Archive for March, 2009

The Key of Happines

By Gede Prama - Dari salah satu milis

Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuhdengan pasir. Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?”
“Jarumnya jatuh di dalam,” jawab Nasruddin.
“Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya.
Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak ’sumur’ kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena ’sumur’ itu berada di dalam semua orang. Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya, banyak orang mencari sumur itu di luar.
Ada orang yang mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia. Mobil mewah akan berganti dengan model terbaru. Jabatan juga akan hilang karena pensiun.
Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat dari mencarinya di luar

Untuk mencapai tingkatan kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui 5 ( lima ) buah ‘pintu’ yang menuju ke tempat tersebut.

Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing. Stop membandingkan dengan yang lain.
Seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari membandingkan.

Gede Prama mencontohkan orang kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. Uangnya banyak, ia mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,
maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you nowhere

Karena itu, Gede Prama mengajak kita ke sebuah titik, mengalir (flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia yaitu menjadi diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. epercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita angun dari dalam. Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!

Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.
Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi. Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi lebih banyak
Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan: I intend good, I do good and I am good - Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik.
Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi. Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness.
“Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu keringnya mintaampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi. Saya bilang sleep well, eat well. Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan memberi.

Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam. Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar dari dalam diri Anda bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta ampun, bersyukurlah karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran. Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun, bersyukurlah. Karena Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan

Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya dari dalam.

Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan. Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna. Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik. Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness.

Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap.
Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu sekarang Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright. Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap kebenaran. Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin terhadap kebenaran. Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang kecil.

Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan.

Manusia-manusia yang tidak tahu diri, adalah manusia yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya, kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri. Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui kunci kebahagian hidup itu sendiri.

Detik Waktu Yang Sangat Berharga

Memang hidup ini tak ubahnya seperti pertandingan saja. Tak boleh menyia-yiakan waktu yang diberikan kepada kita. Sang Pencipta Penguasa Jagad Raya memberikan sesuatu yang berbeda soal harta, kedudukan/tahta, wajah yang ganteng/cantik, pintar/bodo, dan bahkan cacat atau normal. Tak peduli apakah itu pengusaha/kuli, kyai/santri, guru, petani, mahasiswa, pengangguran semua diberikan modal 24 jam per hari atau 86.400 detik.

Ya…., itu adalah modal. Jikalau kita sia-siakan modal itu siap-siaplah untuk bangkrut. Berapa banyak yang sudah kita buang percuma….?? Ngrumpi alias ghibah, nonton acara TV yang tak berkualitas, BBS alias bobo’-bobo’ siang (he..he..), berdebat tanpa tujuan yang jelas, jalan-jalan percuma dan masih banyak lagi. Mungkin kita jarang bahkan gak pernah menghitungnya. Mungkin sudah jutaan dan bahhkan milyaran detik telah kita habiskan. Bila kita mampu menghasilkan sesuatu senilai 86.400 detik sehari berarti impas…ga untung, ga rugi. Bila kurang dari itu berarti kita rugi. Kalau rugi terus….waaaah……bisa bangkrut dech…..!!?

Agar modal 86.400 detik itu terus berkembang dan gak rugi, investasikan setiap detik kita untuk sesuatu yang bermanfaat. Teruslah berkarya. Putarlah roda kehidupan ini untuk sesuatu yang bermanfaat. Tebarlah energi positif (EPOS) di sekitar kita. Jadilah gardu epos dunia. Mulai dari hanya sekedar senyum, wajah yang sumringah, berbagi ilmu hingga meringankan beban orang lain. Teruslah berinvestasi dengan waktu yang diberikan sang Kholik kepada kita, agar modal kita terus berkembang dan semakin produktif. Jangan sampai kita rugi, apalagi bangkrut.

Ayo…., mari kita tutup kerugian-kerugian kita di masa lalu. Jadikan setiap detik yang diberikan membawa manfaat buat kita, keluarga kita, saudara-saudara kita, kawan-kawan kita hingga masyarakat dan bangsa kita. Ayo……, berlarilah sekencang-kencangnya bersama detik-detik yang kita punya. Jangan mau rugi. Apalagi bangkrut. Modal kita semua sama…..ya…, 86.400 detik.

Dari seorang sahabat, Sarwi, ref. “Menyemai Impian, Meraih Sukses Yang Mulia” (Jamil Azzaini)

Belajar Gratis Inernet Marketing

Wah…. asyik nih.. tempat saya belajar internet marketing, Asian Brain, sedang ngadain promo besar-besaran. Ini pastinya dalam rangka mensosialisasikan pendidikan internet marketing pada masyarakat Indonesia. Nggak tanggung-tanggung deh, promonya bukan kasih discount, melainkan BELAJAR GRATIS. Keanggotaan Asian Brain KHUSUS ‘BULAN PERTAMA’ terhitung tanggal 1 - 24 Market menjadi GRATIS!

Prospek yang datang ke web ini akan bisa langsung membuat username dan password, dan keanggotaannya bisa langsung aktif saat itu juga, dan masuk ke dalam member area! Semua modul di bulan pertama akan bisa dibuka dan diakses oleh member baru - GRATIS, termasuk 5 buah Video Training “Tantangan 120 Hari Menghasilkan 100$/hari” dari Anne Ahira.

Saya yakin banyak yang akan mendapatkan ilmu yang sangat berguna dengan bergabung gratis satu bulan ini…
Bagi pembaca yang berminat, silahkan pakai link ini untuk promo gratisnya, http://tinyurl.com/sm4rt

Teliti Sebelum Membeli

Kalau anda memilih menjadi affiliate marketer, tugas anda adalah menjual produk. Semakin banyak produk yang anda jual, anda semakin kaya.

Tapi hati-hati! Jangan mudah terkecoh dengan produk-produk yang banyak ditawarkan di internet. Sebab di dunia internet, tidak hanya ada orang baik. Orang jahat pun juga ada.

Anda bisa saja tertipu tidak mendapat produk yang sudah anda pesan. Atau mungkin produk yang ditawarkan tidak cukup potensial untuk dijual kembali.

Maka, apa yang harus anda lakukan?

Sebagai pembeli, sebelum membeli sebuah produk, pastikan dengan jelas:

  • Apakah produk ini diproduksi oleh orang yang terbukti sukses di bidangnya?
  • Apakah harga produknya sesuai dengan kualitas produk?
  • Apakah produk ini adalah dibutuhkan orang banyak?
  • Apakah produk ini bergaransi?
  • Apakah situs webnya mudah diakses?
  • Apa kelebihan produk ini dibanding produk lain?

Ok… misal semua pertanyaan di atas sudah anda temukan di affiliate program yang anda minati. Anda masih harus melakukan satu langkah lagi.

Read the rest of this entry »